5 Teknik Belajar Bahasa Asing yang Didukung Penelitian
Belajar bahasa asing memang menantang, dan kabar baiknya nih, banyak penelitian yang sudah membuktikan teknik mana yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar bahasa kamu. Mindia mau berbagi informasi nih tentang lima teknik belajar bahasa asing yang memang didukung oleh sains dan bukan sekadar tips biasa.
Baca juga: Hidup di Spanyol: Seperti Apa Keseharian di Sana?
1. Konsistensi Pendek Tiap Hari
Penelitian menunjukkan bahwa otak lebih mudah mengingat informasi jika dipelajari secara bertahap dalam jangka waktu panjang, bukan langsung marathon berjam-jam. Teknik ini disebut dengan spaced repetition. Contohnya, chicos belajar kosakata 10–15 menit setiap hari dengan jeda yang teratur. Teknik ini efektif karena memanfaatkan spacing effect, yaitu cara otak memperkuat memori saat informasi diulang-ulang dalam interval waktu tertentu.
2. Campur Materi, Jangan Fokus Pada Satu Topik
Menurut riset di bidang kognitif, belajar dengan cara mencampur berbagai topik atau disebut interleaving, terbukti lebih efektif daripada hanya belajar satu topik secara terus menerus atau blocking. Misalnya nih, dalam satu sesi kamu bisa mempelajari kosakata makanan, sedikit grammar, dan latihan listening sekaligus. Interleaving ini membantu otak kita untuk membuat hubungan antar konsep dan memperkuat fleksibilitas berpikir. Wah, seru juga ya!
3. Latihan Berbicara dan Menulis
Latihan dengan cara mengucapkan atau menuliskan informasi baru bisa membuat otak mengingatnya lebih kuat dibanding hanya membaca. Kenapa cara ini juga efektif? Karena otak memproses informasi lebih ketika kamu aktif memproduksinya (mengucapkan dan menulis). Paling umum contohnya sih mengucapkan langsung kosakata yang baru dipelajari, lalu bisa membuatnya dalam kalimat, dan mencatatnya.
Baca juga: Etika di Spanyol: Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum ke Sana
4. Immersive Input
Penelitian linguistik membuktikan bahwa comprehensible input (input yang bisa kamu pahami walaupun belum sepenuhnya mahir) adalah kunci kemajuan pesat dalam belajar bahasa asing. Misalnya, nonton film dengan subtitle bahasa Spanyol, mendengarkan lagu Latin, dan lain-lain. Cara ini menstimulasi otak untuk terbiasa menangkap pola bahasa secara natural, seperti anak kecil mempelajari bahasa ibu mereka.
5. Menghubungkan Kosakata dengan Emosi
Yang terakhir nih, informasi yang dikaitkan dengan emosi, humor, atau cerita, ternyata lebih mudah diingat loh. Hal ini umum terjadi karena otak manusia lebih suka mengingat hal yang punya muatan emosional atau memiliki konteks. Kalau kalian suka cerita dengan sedikit humor, nah itu salah satu contohnya. Menyisipkan bahasa baru di cerita juga termasuk loh.

Nah, Mindia mau ngasih info nih! Chicos bisa belajar bahasa Spanyol lewat private class alias 1-on-1, atau private group bareng bestie kalian loh! Kalian engga cuma belajar bahasa Spanyol, tapi juga pengucapannya, kalimat, percakapan, dan lain-lain.
Atau, kalau chicos mau tanya tentang hal lain, bisa juga kok tanya-tanya ke Mindia. Tenang, dijamin udah kaya bestie sendiri!
Baca juga: Kebiasaan Orang Spanyol Saat Nongkrong di Cafe
Kesimpulan
Belajar bahasa asing nggak harus terasa sulit. Chicos bisa memanfaatkan beberapa metode yang didukung penelitian di atas tadi ya. Supaya apa? Biar kalian bisa mempercepat progres dan membuat proses belajar jauh lebih menyenangkan!
Chicos juga bisa loh buat WA tanya-tanya ke Mindia terkait kelas lain dari Estudia Course. Selalu ada kelas private yang dibuka untuk siapa saja dan kapan saja.
¡Vamos, chicos!
Penulis: @satriosjagad